BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, 12 Januari 2015

PROPOSAL PEMBUATAN DAUR ULANG PLASTIK

PROPOSAL PEMBUATAN DAUR ULANG PLASTIK

1.1   LATAR BELAKANG
        Dengan semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi makro Indonesia akhir-akhir ini, maka semakin cepat pula perputaran perdagangan antar individu, kelompok, perusahaan serta yang tidak kalah penting yaitu pasar tradisional. Dan gejala tersebut tentunya harus diimbangi pula dengan perbaikan sumber daya, baik sumber daya manusia maupun alam serta pendukungnya. Apabila mencermati dan memperhatikan keadaan tersebut di atas, sebenarnya di dalam perubahan tersebut terdapat kesempatan bagi kita untuk berbuat sesuatu yang dapat membantu mempercepat perputaran roda ekonomi tersebut. Kesempatan di sini dapat kita terjemahkan sebagai hal yang mendasari penulis untuk berbuat sesuatu yang dapat bermanfaat baik pribadi, orang lain maupun sekelompok masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Adapun salah satu hal yang dapat kita perbuat dalam hal ini adalah menciptakan/ membuat salah satu sarana pendukung dalam dunia perdagangan. Salah satu sarana yang sangat diperlukan dalam dunia perdangangan tersebut yaitu Tas plastik/plastik pembungkus atau dalam bahasa sehari-hari lebih dikenal dengan nama Tas kresek, di mana permintaan barang tersebut akhir-akhir ini cukup tinggi sehingga beberapa distributor kewalahan memenuhi permintaan tersebut. Dan selain itu dapat untuk memberdayakan sampah plastik yang berada di daerah lingkungan tersebut Atas dasar itulah maka penulis memberanikan diri untuk mencoba menggandeng pihak lain untuk bekerja sama dalam pembuatan tas plastik tersebut. Dan dalam pembuatan tas plastik tersebut tidak tertutup kemungkinan juga dibuat atau diproduksi barang-barang serumpun guna efisiensi mesin.
1.2  ALAT PRODUKSI      
Mesin – mesin produksi yang akan dipergunakan dalam kegiatan produksi meliputi :
·         Mesin Peniup Rp 100.000.000
·         Mesin Potong 180.000.000
·         Mixer 1 (satu) Unit Rp 10.000.000
·         Mesin Pengering Rp 30.000.000
·         Compressor 1 (satu) Unit Rp 20.000.000
·         Mesin Cruser (satu) Unit Rp 300.000.000
·         Mesin Resin (satu) Unit Rp 500.000.000

BIAYA OPERASIONAL

·         Listrik / bulan Rp 25.500.000
·         Telpon / bulan Rp 2.300.000
·         BBM Rp 7.000.000
·         Lain-lain (Parkir / Tol) Rp 1.500.000
·         ATK Rp 400.000
·         Aqua / air minum Rp 500.000
·         Koordinasi : RT/RW/LURAH/CAMAT/POLISI Rp 4.000.000

Sub Total Rp 41.200.000

 1.8    KESIMPULAN
Bahwa melihat masa depan permintaan akan Kantong Plastik / Tas Plastik tersebut yang terus meningkat, maka penulis berkesimpulan bahwa usaha tersebut sangat cerah di masa datang dan sangat menguntungkan bagi pemilik modal yang akan berinvestasi pada bidang usaha ini.

STRUKTUR PENGELOLAAN DAUR ULANG

STRUKTUR PENGELOLAAN DAUR ULANG
            
Dalam mengelola suatu usaha perlu diperlukan beberapa orang untuk mengelola usaha tersebut entah itu usaha dalam daur ulang, usaha produksi atau usaha dalam bidang makanan pasti diperlukan Sumber Daya Manusia yang cukup handal dibidang usaha yang ditekuni tidak terkecuali usaha daur ulang limbah ini. dan tentunya juga mereka harus di gaji sesuai dengan tanggung jawab dan ruang lingkup yang mereka kerjakan, semakin besarbtanggung jawab dan ruang lingkup mereka harus semakin besar juga bayaran yang harus mereka terima karena agar bayaran dang pekerjaan yang mereka lakukan sebanding dan tidak memakan gaji buta, Berikut adalah contoh susunan tim atau pengelola Perusahaan menengah keatas yang harus ada dalam setiap perusahaan.

SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
Dalam proses / kegiatan produksi SDM yang dibutuhkan antara lain :
·         1 (satu) Orang Kepala / Manager
·         2 (dua) Orang Kepala Mekanik
·         3 (tiga) Orang Staff (Administrasi dan Pemasaran)
·         3 (tiga) Orang Operator Mesin
·         2 (dua) Orang Pembantu / Kenek
·         6 (enam) Orang Tenaga Packing
·         1 (satu) Orang Driver / Pengemudi
·         3 (tiga) Orang Cleaner
·         3 (tiga) Orang bagian Security / Keamanan

GAJI KARYAWAN PER BULAN

·         Kepala Pabrik / Manager Rp 5.000.000
·         Kepala Produksi / Mekanik 2 x Rp 2.500.000 Rp 5.000.000
·         Staff administrasi / Pemasaran 3 x Rp 4.500.000 Rp 4.500.000
·         Operator 3 x Rp 700.000 Rp 2.100.000
·         Pembantu / Kenek 2 x Rp 500.000 Rp 1.000.000
·         Bagian Packing 6 x Rp 525.000 Rp 3.150.000
·         Pengemudi 1 x Rp 700.000 Rp 700.000
·         Satpam/Keamanan 3 x Rp 700.000 Rp 2.100.000
·         Cleaner 3 x Rp 400.000 Rp 1.200.000

Sub Total Rp 24.750.000

Minggu, 23 November 2014

KLASIFIKASI TEMPAT PENIMBUNAN LIMBAH PADAT

KLASIFIKASI TEMPAT PENIMBUNAN LIMBAH PADAT

            Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).

            Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah.

            Pembuatan penimbunan limbah padat sangat penting terutama untuk kehidupan kita, kesehatan dan lingkungan. Hal ini ditujukan untuk menstabilkan limbah padat dan membuatnya menjadi bersih melalui penyimpanan limbah secara benar dan penggunaan fungsi metabolis alami yang benar.

            Lokasi penimbunan limbah digolongkan ke dalam 5 jenis menurut struktur sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1 dan Gambar 1. Dari segi mutu lindi dan gas yang ditimbulkan dari lokasi penimbunan limbah, baik metode penimbunan limbah semi-aerobik maupun aerobik yang dikehendaki.
Tabel 1. Klasifikasi Struktur Penimbunan limbah
  
                                                  Klasifikasi Struktur Penimbunan limbah
          Meskipun ini limbah padat tetap saja jika tidak diolah dan tidak ditempatkan dengan benar maka akan menjadi limbah cair,dan gas atau sebagai nya karena dampaknya yang saling berhubungan , diantara lain contoh nya adalah :

(a) Pencemaran air
Lindi atau cairan yang ditimbulkan dari lokasi penimbunan limbah, jika tidak diolah akan, mencemarkan sungai, laut dan air tanah.
(b) Pembentukan gas
Gas utama yang ditimbulkan dari lokasi penimbunan limbah adalah metan, amonium, hidrogen sulfida, dan karbon dioksida.
(c) Bau tak sedap
Ada dua jenis bau tak enak yang ditimbulkan dari lokasi penimbunan limbah. Pertama adalah bau yang ditimbulkan dari limbahnya sendiri, yang lainnya adalah gas yang ditimbulkan melalui dekomposisi limbah.
(d) Hama dan vektor
Limbah dapur cenderung menjadi sarang lalat, dan menarik tikus dan burung gagak.










               

Syarat Pembuatan Tempat Sampah yang Baik dan Benar - Pembuangan Limbah Rumah Tangga Manusia

Syarat Pembuatan Tempat Sampah yang Baik dan Benar - Pembuangan Limbah Rumah Tangga Manusia

     Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).

   Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. 

   Sampah merupakan sisa hasil kegiatan manusia, yang keberadaannya banyak menimbulkan masalah apabila tidak dikelola dengan baik. Apabila dibuang dengan cara ditumpuk saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Apabila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara. Kebiasaan membuang sampah disungai dapat mengakibatkan pendangkalan sehingga menimbulkan banjir. Dengan demikian sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pencemar pada tanah, badan air dan udara.

      Pengertian lain menyebutkan, sampah adalah semua benda atau produk sisa dalam bentuk padat sebagai akibat aktivitas manusia, yang dianggap tidak bermanfaat dan tidak dikehendaki oleh pemiliknya dan dibuang sebagai barang yang tidak berguna. Sampah yang dihasilkan dari jasa boga pada umumnya berupa sampah organik yang sangat baik untuk makanan maupun tempat berkembang biaknya serangga terutama lalat dan tikus. Oleh karena itu sampah yang dihasilkan hendaknya langsung dimasukkan ke dalam tempat yang mudah ditutup sehingga tidak sempat menjadi makanan lalat dan tikus.

    Setiap hari manusia menghasilkan sampah baik yang merupakan sampah rumah tangga maupun sampah industri yang bermacam-macam bentuk dan jenisnya. Sampah jika tidak diurus dan dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan yang sangat merugikan. Sampah yang menumpuk dan membusuk dapat menjadi sarang kuman dan binatang yang dapat mengganggu kesehatan manusia baik badan maupun jiwa, serta mengganggu estetika lingkungan karena terkontaminasi pemandangan tumpukan sampah dan bau busuk yang menyengat hidung.

     Berikut ini adalah hal-hal yang wajib diperhatikan dalam mengelola tempat sampah rumah tangga / tempat pembuangan sampah pribadi di rumah-rumah :

1. Pisahkan sampah kering / non organik dengan sampah basah / organik dalam wadah plastik.
2. Tempat sampah harus terlindung dari sinar matahari langsung, hujan, angin, dan lain sebagainya.
3. Hindari tempat sampah menjadi sarang binatang seperti kecoa, lalat, belatung, tikus, kucing, semut, dan lain-lain
4. Buang sampah dalam kemasan plastik yang tertutup rapat agar tidak mudah berserakan dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Selain itu juga memudahkan tukang sampah dalam mengambil sampah. Jangan biarkan pemulung mengobrak-abrik sampah yang sudah dibungkus rapi.
5. Tempat sampah harus tertutup aman dari segala gangguan namun mudah dijangkau petugas kebersihan.
6. Jangan membakar sampah di lingkungan padat penduduk karena dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan orang lain.

Sumber : http://www.organisasi.org/1970/01/syarat-pembuatan-tempat-sampah-yang-baik-dan-benar-pembuangan-limbah-rumah-tangga-manusia-ilmu-kesehatan-lingkungan.html



Jumat, 14 November 2014

MENANGANI LIMBAH PLASTIK YANG SUSAH UNTUK DI HANCURKAN

MENANGANI LIMBAH PLASTIK YANG SUSAH UNTUK DI HANCURKAN

Sampah plastik adalah bahan buangan yang terbuat dari plastik yang sudah tidak terpakai dan tidak bermanfaat lagi bagi kehidupan manusia. Sampah plastik dapat menjadi berguna kembali setelah sampah plastik tersebut didaur ulang.


Daur ulang plastik adalah melakukan proses dasar daur ulang untuk mengolah sampah plastik menjadi pellet atau bijih plastik yang merupakan bahan dasar pembentuk plastik menurut produk yang diinginkan. Dalam proses ini, jenis bahan baku yang digunakan menentukan jenis bijih plastik yang dihasilkan.
Bahan baku daur ulang dengan kualitas satu merupakan plastik yang belum pernah didaur ulang sebelumnya atau hanya pernah sekali saja didaur ulang.
Berdasarkan warna dan struktur kimia plastik:
1.      LPDE neutral (kantong dan lembaran plastik berwarna putih maupun transparan).
2.      LPDE black (kantong dan lembaran plastik berwarna hitam maupun sedikit campuran warna yang lain)
3.      LLDPE
4.      Produk yang dihasilkan melalui proses daur ulang berupa pellet atau bijih plastik dengan ukuran 4-6 mm.



Tahapan proses daur ulang digolongkan menjadi 2 bagian besar, yaitu:
·         Bagian proses sortir bahan baku yang  menggunakan tenaga manusia.
·         Bagian proses yang menggunakan mesin.
·         Sortir
merupakan proses pemisahan yang pertama kali dilakukan. Pada proses ini dilakukan  pekerjaan untuk memisahkan bahan baku yang datang dan membuang material/ benda asing yang tidak diharapakan masuk ke dalam proses.
PEMOTONGAN
Proses ini dilakukan untuk mengurangi ukuran material dan mempermudah  proses selanjutnya, dengan cara memotong atau merajang plastik dalam bentuk asalnya (kantong atau lembaran plastik).
PENCUCIAN
Tujuan : agar tidak menggangu proses penggilingan.
Terdiri dari 2 tahap, yaitu:
1.      Prewashing
Untuk memisahkan material-material asing terutama agar tidak ikut dalam proses selanjutnya Menggunakan media cair sebagai sarana untuk  mencuci material dan membawa     material asing keluar dari proses.
2.   Pencucian Tahap 2:
Menggunakan mesin friction water.Materi dicuci kembali oleh ulir menanjak yang berputar pada putaran tinggi sehinggga hasil dari friksi dapat melepaskan material asing yang masih terdapat pada bahan.Masih menggunakan media air untuk membawa material asing keluar dari proses.

PENGERINGAN
·         Secara mekanik yaitu dengan memeras material dengan gerakan memutar sehingga air dapat keluar
·         Dengan menguapkan air pada suhu tertentu agar bahan benar-benar terbebas dari suhu yang melekat

PEMANASAN
·         Material yang telah bersih dari pengotor dilelehkan dengan proses pemanasan material pada suhu 2000
·         Suhu panas dihasilkan oleh heater.
·         Selanjutnya lelehan dialirka untuk menuju proses penyaringan

PENYARINGAN
·         Dilakukan dengan lembaran besi yang dilobangi sebesar kira-kira 4mm di seluruh permukaannya.
·         Diharapkan lelehan plastik akan melewati saringan ini untuk menghasilkan lelehan plastik berbentuk silinder panjang yang nantinya akn dipotong-potong.

PENDINGINAN
Setelan berbentuk silinder, material dilewatkan pada air dingin sebagai media pendingin.

PENCETAKAN/ PENGGILINGAN
·         Pencetakan bijih plastik dilakukan dengan membentuk lelehan plastik menjadi berbentuk mie dengan diameter 4 mm.

PEMBUNGKUSAN
·         Dilakukan [embungkusan terhadap material kering dalam karung plastik
·         Pemeriksaan untuk mengetahui apakah proses produksi berjalan baik.

Jadi semua proses ini dilakukan untuk meminimalisir menumpuknya sampah plastic yang ada di dunia ini,karna sudah dapat diketahui bahwa sampah atau limbah plastic ini adalah limbah yang sulit untuk di hancurkan dan membutuhkan waktu yang lama, maka sebab itu langkah proses ini sangat membantu dalam mengurangi limbah plastic.

Setelah dilakukannya proses tersebut,maka bias kita simpulkan dan dapat kita lihat bahwa bahan platik ini bias berguna dan dapat di daur ulang lagi untuk menghasilkan ekonomi dan kehidupan baik di dunia, semua proses yang dilakukan sangatlah penting dan menguntungkan bagi semuanya, karna dari hasil proses tersebut bias diolah lagi dan dapat di manfaatkan lagi,dan kita bias mengurangi pencemaran dari limbah plastic ini dan mengurangi keindahan bumi ini yang banyak dengan sekali limbah platik yang dibiarkan saja dan tidak diproses.

Sumber : http://www.slideshare.net/naviaekas/pengolahan-limbah-plastik




Jumat, 07 November 2014

METODE PEMILIHAN LIMBAH PADA TEKNIK LINGKUNGAN HIDUP

METODE PEMILIHAN LIMBAH PADA TEKNIK LINGKUNGAN HIDUP

      Dalam penapisan pengolahan limbah sebelum cara pengolahanya yang perlu diperhatikan adalah Karakteristik air limbah karena hal ini akan menentukan bagaimana cara pemilihan metode Pengolahan air limbah yang tepat dan tidak berbahaya lagi bagi lingkungan, kaeakter yang menentukan metode pengolahan limbah ini ada 3 yaitu:
1.     Karakteristik fisik
       Pengolahan ini terutama ditujukan untuk air limbah yang tidak larut (bersifat tersuspensi), atau dengan kata lain buangan cair yang mengandung padatan, sehingga menggunakan metode ini untuk pemisahan.
2.     Karakteristik kimiawi
       Pengolahan secara kimia adalah proses pengolahan yang menggunakan bahan kimia untuk mengurangi konsentrasi zat pencemar dalam air limbah. Proses ini menggunakan reaksi kimia untuk mengubah air limbah yang berbahaya menjadi kurang berbahaya. Proses yang termasuk dalam pengolahan secara kimia adalah netralisasi, presipitasi, khlorinasi, koagulasi dan flokulasi. Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat, senyawa phospor dan zat organik beracun, dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Pengolahan secara kimia dapat memperoleh efisiensi yang tinggi akan tetapi biaya menjadi mahal karena memerlukan bahan kimia
3.     Karakteristik bakteriologis
       Semua polutan air yang biodegradable dapat diolah secara biologis, sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara biologis dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien. Pengolahan air limbah secara biologis, antra lain bertujuan untuk menghilangkan bahan organik, anorganik, amoniak, dan posfat dengan bantuan mikroorganisme. Setelah kita mengetahui persis karakter limbah yang ingin kita olah barulah kita mementukan metode nya dia antara lain adalah :
1) Filtrasi
     Metode untuk mengolah limbah cair yang dikenal sebagai filtrasi, mengeluarkan partikel dalam air limbah dengan meraih partikel dan membiarkan aliran air yang tersisa melalui membrane
2) Aerasi
    Aerasi sederhana berarti bahwa udara dibawa ke air. Air menjadi oksigen oleh udara. Proses ini selesai untuk menyingkirkan bau busuk menciptakan bahan kimia.
3) Metode lahan basah
     Perlakuan air limbah dengan cara lahan basah alami atau buatan manusia lahan basah. Rawa ini memberikan filter dengan membiarkan tanaman air dan batuan untuk memisahkan limbah padat dari air. Metode lahan basah juga menghilangkan bau dengan menggunakan metode biologis menghilangkan bakteri dan molekul bau yang dipecah.
     System menggunakan teknologi yang lebih canggih antara lain Zero DischargeBEE’s System, danAnaEG Technology. Yang bertujuan untuk menuju Hasil yang sama yang diinginkan dengan semua metode dan itu adalah untuk membuat air daur ulang dan siap untuk digunakan lagi.

Sumber : http://taufikramdhan401.wordpress.com/2014/11/04/metode-pemilihan-limbah-berdasarkan-karakterisitik-pada-teknik-lingkungan-hidup/