BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Sabtu, 02 Mei 2015

Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup ( K3LH )

      DEFINISI K3LH

Pengertian K3LH adalah pengertian tentang Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup pada suatu perusahaan atau nstansi lain yang memiliki banyak pekerja atau karyawan. Pengertian K3LH Secara umum dan tujuannya dapat kamu baca lalu pahami di artikel ini. K3LH adalah singkatan dari Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup" yaitu mengenai program kesehatan dan Keselamatan kerja dan lingkungan hidup pada suatu perusahaan atau pada suatu instansi lain yang memempunyai banyak tenaga kerja/karyawan. Atau definisi k3LH yang lainnya adalah suatu upaya perlindungan agar karyawan/tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaannya di tempat kerja termasuk juga orang lain yang memasuki tempat kerja maupun proses produk dapat secara aman dalam produksinya
       MANFAAT DAN FUNGSI DARI K3LH

Dengan program K3LH, pekerja dan perusahaan bisa menikmati manfaatnya. Perusahaan akan menjadi lebih bermutu dan sistematis untuk berkembang lebih cepat, dan pekerja menjadi lebih aman, lebih sehat dan nyaman. Jika kenyamanan dalam bekerja bisa terwujud, akan tercipta hubungan yang lebih harmonis antara para pekerja dan perusahaan tempat mereka bekerja sehingga menghasilkan produk yang maksimal sesuai misi perusahaan.
Maksud dari pengertian K3LH adalah memahami dan menerapkan K3LH di setiap perusahaan. Tujuan dari program K3LH adalah menciptakan suasana kerja yang sehat, aman dan nyaman. Hal ini menjadikan pekerja dan perusahaan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Dapat disimpulkan Tujuan k3LH yaitu:
·         Melindungi tenaga kerja/karyawan atas hak keselamatannya, ketika melakukan pekerjaan nya untuk kesejahteraan hidup maupun meningkatkan produksi dan produtivitas nasional.
·         Memeliharan sumber produksi, agar bisa digunakan secara aman dan juga efisien.
·         Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja.

      PENJELASAN SECARA LENGKAP

K3LH Adalah Hal Penting dalam Pembangunan Usaha Atau Industri
K3LH merupakan hal penting dalam membangun industri. Pertumbuhan dan pembangunan industri banyak menimbulkan masalah terhadap manusia di setiap negara. Contohnya adalah kecelakaan kerja, bermacam penyakit akibat kerja, dan dampak lingkungan dari adanya industri. K3LH merupakan hal penting bagi pekerja karena pekerja yang menjadi penggerak industri dan posisi pekerja dalam industri adalah yang utama dari sistim kerja, karena tanpa ada pekerja, tidak akan ada hasil industri. Oleh sebab itu, agar industri bisa tumbuh dan berkembang dengan cepat dan baik, maka sistem kerja di setiap industri harus diatur dan dirancang dengan memperhatikan K3LH dan para pekerja. Karena setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memeroleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral, dan kesusilaan serta perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.
Mempekerjakan Tenaga Ahli Industri yang khusus Mengelola K3LH Untuk sosialisasi K3LH, pemahaman tentang K3LH seharusnya diajarkan dan diterapkan di setiap sekolah.
3 Alasan Utama Mengapa Suatu Perusahaan Melaksanakan K3LH
·         Diwajibkan oleh Undang-undang Tenag Kerja
·         Hak asasi manusia
·         Mengurangi beban ekonomi para pekerja
Keuntungan dari penerapan K3LH adalah terciptanya hasil kerja yang optimal, karena suasana kerja yang nyaman akan menghasilkan produksi yang lebih banyak dan lebih bermutu. Jadi program K3LH ini bisa mempengaruhi kuantitas dan kualitas hasil produksi. Perusahaan yang menerapkan program K3LH biasanya mengaplikasikan K3LH di lingkungan perusahaan.
Ciri-ciri perusahaan yang memperhatikan K3LH, diantaranya :
·         Memberikan fasilitas seragam kerja dan sepatu keselamatan (safety shoes) dan mewajibkan seragam dan sepatu keselamatan tersebut untuk dipakai oleh semua pekerja yang terlibat dalam produksi, bengkel dan lapangan.
·         Memasang atribut K3LH seperti tulisan yang mengingatkan pekerja untuk selalu sadar akan keselamatan, kesehatan dan kebersihan di lingkungan perusahaan. Maksud dari atribut K3LH ini adalah menghindari bahaya atau kesalahan yang bisa berakibat fatal. Maksud lainnya adalah memperhatikan kebersihan di lingkungan perusahaan, untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan bersih.
·         Memisahkan sampah organik (contoh : sampah dari tumbuhan dan kertas) dan bukan organik (contoh : sampah dari plastik).
·         Menerapkan K3LH dalam prosedur dan sistem kerja. Manajemen perusahaan mengupayakan para karyawannya dengan memberi petunjuk tentang K3LH supaya para pekerja memahami pengertian K3LH dan menerapkannya.


Sumber :

Minggu, 05 April 2015

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

 Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja


       Terdapat beberapa pengertian dan definisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang dapat diambil dari beberapa sumber, di antaranya ialah pengertian dan definisi K3 menurut Filosofi, menurut Keilmuan serta menurut standar OHSAS 18001:2007.
Berikut adalah pengertian dan definisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) tersebut :

  • Filosofi (Mangkunegara), Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur.
  •  Keilmuan, Semua Ilmu dan Penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan.
  • OHSAS 18001:2007, Semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu) di tempat kerja.
  • Menurut Mangkunegara (2002, p.163), Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.
  • Menurut Suma’mur (2001, p.104), keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.
  • Menurut Simanjuntak (1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja .
  • Mathis dan Jackson (2002, p. 245), menyatakan bahwa Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum.
  • Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000, p.6), mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut.
  • Jackson (1999, p. 222), menjelaskan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.

Indikator Penyebab Keselamatan Kerja

Menurut Mangkunegara (2002, p.170), bahwa indikator penyebab keselamatan kerja adalah:

a) Keadaan tempat lingkungan kerja, yang meliputi:

1. Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya yang kurang diperhitungkan keamanannya.
2. Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak
3. Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya.

b) Pemakaian peralatan kerja, yang meliputi:

1. Pengaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak.
2. Penggunaan mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik Pengaturan penerangan.

Tujuan Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

            Secara umum, kecelakaan selalu diartikan sebagai kejadian yang tidak dapat diduga. Kecelakaan kerja dapat terjadi karena kondisi yang tidak membawa keselamatan kerja, atau perbuatan yang tidak selamat. Kecelakaan kerja dapat didefinisikan sebagai setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Berdasarkan definisi kecelakaan kerja maka lahirlah keselamatan dan kesehatan kerja yang mengatakan bahwa cara menanggulangi kecelakaan kerja adalah dengan meniadakan unsur penyebab kecelakaan dan atau mengadakan pengawasan yang ketat. (Silalahi, 1995)
Keselamatan dan kesehatan kerja pada dasarnya mencari dan mengungkapkan kelemahan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. Fungsi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mengungkapkan sebab-akibat suatu kecelakaan dan meneliti apakah pengendalian secara cermat dilakukan atau tidak.
Menurut Mangkunegara (2002, p.165) bahwa tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:
a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.
b. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin.
c. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.
d. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.
e. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.
f. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.
g. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja

http://navale-engineering.blogspot.com/2013/02/pengertian-k3-keamanan-kesehatan-dan.html
http://edoredha1.blogspot.com/2015/03/kesehatan-dan-keselamatan-kerja-k3.html


Kamis, 15 Januari 2015

PROPOSAL PEMBUATAN TAS PLASTIK DAN SEJENISNYA


LATAR BELAKANG
Dengan semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi makro Indonesia akhir-akhir ini, maka semakin cepat pula perputaran perdagangan antar individu, kelompok, perusahaan serta yang tidak kalah penting yaitu pasar tradisional. Dan gejala tersebut tentunya harus diimbangi pula dengan perbaikan sumber daya, baik sumber daya manusia maupun alam serta pendukungnya.
Apabila mencermati dan memperhatikan keadaan tersebut di atas, sebenarnya di dalam perubahan tersebut terdapat kesempatan bagi kita untuk berbuat sesuatu yang dapat membantu mempercepat perputaran roda ekonomi tersebut. Kesempatan di sini dapat kita terjemahkan sebagai hal yang mendasari penulis untuk berbuat sesuatu yang dapat bermanfaat baik pribadi, orang lain maupun sekelompok masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Adapun salah satu hal yang dapat kita perbuat dalam hal ini adalah menciptakan/ membuat salah satu sarana pendukung dalam dunia perdagangan. Salah satu sarana yang sangat diperlukan dalam dunia perdangangan tersebut yaitu Tas plastik/plastik pembungkus atau dalam bahasa sehari-hari lebih dikenal dengan nama Tas kresek, di mana permintaan barang tersebut akhir-akhir ini cukup tinggi sehingga beberapa distributor kewalahan memenuhi permintaan tersebut. Dan selain itu dapat untuk memberdayakan sampah plastik yang berada di daerah lingkungan tersebut
Atas dasar itulah maka penulis memberanikan diri untuk mencoba menggandeng pihak lain untuk bekerja sama dalam pembuatan tas plastik tersebut. Dan dalam pembuatan tas plastik tersebut tidak tertutup kemungkinan juga dibuat atau diproduksi barang-barang serumpun guna efisiensi mesin.

PASAR
Berbicara tentang Tas plastik/Tas kresek, tentunya kita tidak dapat terlepas dari kegiatan dunia perdagangan secara luas. Karena dalam dunia perdagangan baik yang bersifat tradisionil maupun modern, sekarang ini peran Pembungkus/Packing serta tas penjinjing sudah didominasi oleh barang yang berbahan plastik. Sedemikian tingginya permintaan akan barang-barang tersebut, maka suplai dari distributor ke tingkat pengecer di pasar-pasar kadang tersendat. Sehingga untuk saat ini dan akan datang pembuatan.produksi tas plastik akan semakin cerah, apalagi dengan cukup tersedianya bahan-bahan baku yang relatif mudah didapat. Adapun pasar yang masih terbuka lebar itu antara lain di Jawa Tengah misalnya Semarang, Jogja, Solo. Untuk sementara target pasar yang akan kita perkirakan adalah 3,8 ton / hari yang meliputi 3 Distributor dan 5 Sub Distributor yang meliputi daerah Jawa Tengah. Target tersebut kita sesuaikan dengan kapasitas produksi dari mesin yang akan kita buat, tetapi pada masa yang akan datang tentunya akan lebih kita tingkatkan.

ALAT PRODUKSI
Alat-alat produksi dan penunjangnya meliputi :
Lahan / Tempat
Mesin – mesin produksi
Sarana distribusi / Transportasi
Bahan baku
Sumber Daya Manusia / SDM

LAHAN / TEMPAT
Tempat / lokasi yang akan digunakan untuk produksi yaitu di daerah sekitar wilayah Klaten ,Jawa Tengah. Dipilih lokasi tersebut dikarenakan beberapa faktor antara lain : SDM masih relatif banyak dan murah, dekat dengan sumber bahan baku, akses jalur distribusi cukup baik, harga sewa lahan cukup murah, sehingga efisiensi dapat kita jaga untuk kedepannya. Adapun lahan yang diperlukan untuk kegiatan ini adalah 1000 (seribu) M2.

MESIN - MESIN PRODUKSI
Mesin – mesin produksi yang akan dipergunakan dalam kegiatan produksi meliputi :

2 (dua) Unit mesin Peniup / Blowing Machine Kapasitas 2000 kg / 24 jam.
2 (dua) Unit mesin Potong / Cutting Machine Kapasitas 2000 kg / 24 jam.
1 (satu) Unit mesin Pon / Pembuat Lubang.
1 (satu) Unit Mixer.
2 (dua) Unit mesin Pengering / Hopper Dryer.
1 (satu) Unit Compressor 25 HP.
1 (satu) Unit mesin Cruser / Recycle Machine Kapasitas 4500 kg / 24 jam.
1 (satu) Unit mesin pellet Kapasitas 2500 kg / 24 jam

SARANA DISTRIBUSI
Untuk menunjang kelancaran distribusi produk sebanyak 3,8 ton /hari, diperlukan dibutuhkan 1 (satu) Unit Truk / Box sedang (Engkel).

BAHAN BAKU
Ada bermacam henis bahan baku yang beredar di pasar, antara lain :
PE
SE
PET
HDPE
Limbah Plastik / Bahan Daur Ulang
Dalam produksi Tas Plastik ini, Bahan yang akan digunakan yaitu berjenis HDPE.
Akan tetapi dalam kegiatan produksi ini kita mengolah sendiri dari bahan mentah yang antara lain dari bahan-bahan plastik bekas.
Dengan begitu tidak akan ketergantungan bahan baku dari pihak lain, dan dalam soal harga pun dapat ditekan, sehingga dalam kegiatan produksi ini benar-benar Efisiensi yang akan kita terapkan.

SDM
Dalam proses / kegiatan produksi SDM yang dibutuhkan antara lain :
1 (satu) Orang Kepala / Manager
1 (satu) Orang Kepala Mekanik
2 (dua) Orang Staff (Administrasi dan Pemasaran)
3 (tiga) Orang Operator Mesin
3 (tiga) Orang Pembantu / Kenek
6 (enam) Orang Tenaga Packing
1 (satu) Orang Driver / Pengemudi
2 (dua) Orang Cleaner
3 (tiga) Orang bagian Security / Keamanan

PRODUK SERUMPUN
Di dalam kegiatan produksi ini ada beberapa jenis produk yang juga dapat diproduksi dengan menggunakan mesin yang sama.
Barang-barang yang dapat dibuat itu antara lain :
Tas Plastik / Tas Kresek dengan berbagai ukuran
Kantong Plastik / Kantong Gula dengan berbagai ukuran
Polly Bag (untuk keperluan pembibitan tanaman)
Kantong sampah untuk keperluan Hotel, Kantor, Apartemen, dll

BIAYA PRODUKSI, PENDAPATAN & BEP INVESTASI AWAL :
Biaya Instal mesin Rp 100.000.000
Sewa lahan 1000 M2 – 10 tahun Rp 15.000.000/th Rp 150.000.000
Stock bahan baku 7 hari pertama :
Sebanyak 3,8 ton X 7 = 26,6 ton bahan jadi Rp 10.000/kg Rp 266.000.000
Sebanyak 4 ton X 7 = 28 ton limbah Rp 6.000/kg Rp 168.000.000
Bangunan Rp 150.000.000
Truk Box Engkel 1 Unit Rp 75.000.000
Mobil Operasional 1 Unit Rp 75.000.000
Motor Operasional 1 Unit Rp 12.500.000
Peralatan Kantor : furniture, computer, AC, atk, dll Rp 15.000.000
Mesin-mesin :
Mesin Peniup / Blow 2 (dua) Unit Rp 300.000.000 Rp 600.000.000
Mesin Potong / Cutting 2 (dua) Unit Rp 180.000.000 Rp 360.000.000
Mesin Pon / Pelubang 1 (satu) Unit Rp 15.000.000
Mixer 1 (satu) Unit Rp 10.000.000
Mesin Pengering /Dryer 2 (dua) Unit Rp 30.000.000 Rp 60.000.000
Compressor 25 HP 1 (satu) Unit Rp 20.000.000
Mesin Cruser / Recycle 1 (satu) Unit Rp 300.000.000
Mesin Resin / Recycle 1 (satu) Unit Rp 500.000.000
Deposit Cadangan Rp 100.000.000
Sub Total Rp2.841.500.000

BIAYA OPERASIONAL
Listrik / bulan Rp 25.000.000
Telpon / bulan Rp 2.500.000
BBM Rp 10.000.000
Lain-lain (Parkir / Tol) Rp 1.000.000
ATK Rp 300.000
Aqua / air minum Rp 300.000
Koordinasi : RT/RW/LURAH/CAMAT/POLISI Rp 3.000.000
Sub Total Rp 42.100.000

GAJI KARYAWAN PER BULAN
Kepala Pabrik / Manager Rp 5.000.000
Kepala Produksi / Mekanik 2 x Rp 2.500.000 Rp 5.000.000
Staff administrasi / Pemasaran 2 x Rp 1.500.000 Rp 3.000.000
Operator 3 x Rp 700.000 Rp 2.100.000
Pembantu / Kenek 3 x Rp 500.000 Rp 1.500.000
Bagian Packing 6 x Rp 525.000 Rp 3.150.000
Pengemudi 1 x Rp 700.000 Rp 700.000
Satpam/Keamanan 3 x Rp 700.000 Rp 2.100.000
Cleaner 2 x Rp 400.000 Rp 800.000
Sub Total Rp 23.350.000
Jadi total investasi awal adalah : Rp 2.906.950.000
(DUA MILYAR SEMBILAN RATUS ENAM JUTA SEMBILAN RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH )

PENDAPATAN
Kapasitas Produksi Resin (Pelet): 2500kg / hari 20 jam
Kapasitas Produksi Plastik Kresek: 2000kg / hari 20 jam
Jumlah hari kerja 25 hari kerja / bulan
Harga Jual Produk Plastik Kresek Rp 15.000 / kg
Harga Jual Produk Resin (Pelet) Rp 10.000 / kg
Pendapatan Produk Resin (Pelet):
Bahan Baku limbah Rp 6.000 /kg x 2500 kg = Rp 15.000.000
Harga setelah proses biji Rp 10.000 /kg x 2500 kg = Rp 25.000.000
Keuntungan Bahan = Rp 10.000.000
Pendapatan Plastik Kresek:
Bahan Baku Rp 10.000 /kg x 2000 kg = Rp 20.000.000
Harga setelah proses Rp 15.000 /kg x 2000 kg = Rp 30.000.000
Keuntungan Bahan = Rp 10.000.000
Total Keuntungan Per Hari = Rp10.000.000 + Rp 10.000.000 = Rp 20.000.000
Total Keuntungan Per Bulan = 25 hari x Rp 20.000.000 = Rp 500.000.000
Dikurangi Waste produksi 10% perbulan=Rp 50.000.000 = Rp 50.000.000
Dikurangi biaya Operasional per bulan = Rp 42.100.000 = Rp 42.100.000
Dikurangi biaya gaji pegawai per bulan = Rp 23.350.000 = Rp 23.350.000+
= Rp 115.450.000
Pendapatan bersih perbulan = Rp 500.000.000– Rp 115.450.000 = Rp 384.550.000
Pendapatan per tahun = Rp 384.550.000 x 12 bulan = Rp4.614.600.000
Melihat proyeksi usaha tersebut di atas, maka penulis berkeyakinan bahwa Modal Usaha akan kembali pada perhitungan bulan ke 8 atau selambat-lambatnya pada bulan ke 10.

SHARING KEUNTUNGAN
Kami sebagai pelaksana Operasional usaha tersebut menghendaki pembagian keuntungannya adalah 50% banding 50%.
Jadi 50% Keuntungan bersih untuk Pemilik Modal
50% Keuntungan bersih untuk Pelaksana Usaha dan Tim


KESIMPULAN
Bahwa melihat masa depan permintaan akan Kantong Plastik / Tas Plastik tersebut yang terus meningkat, maka penulis berkesimpulan bahwa usaha tersebut sangat cerah di masa datang dan sangat menguntungkan bagi pemilik modal yang akan berinvestasi pada bidang usaha ini.           



PROPOSAL RINCIAN BIAYA PENDAURAN ULANG BOTOL PLASTIK

PROPOSAL RINCIAN BIAYA PENDAURAN ULANG BOTOL PLASTIK
A. Latar Belakang
   Setiap hari, apabila ada waktu luang, dapat mencari dipengepul rongsokan atau di tong sampah. PembuatanHari libur, atau apabila ada waktu luang, bertempat di salahsatu rumah anggota atau di suatu tempat yang cukup lapang. Pengenalan kepada masyarakat dan/atau pengomersialanHari libur, atau apabila ada waktu luang, kepada anak-anak perenang kali, kepada pemancing, kepada para “pencuci bajudi kali”, dan sebagainya. Apabila produk yang dihasilkandirasa memiliki kualitas yang cukup baik dan cukup menjual,kita bisa memasarkannya.


B. KEGIATAN
     a) Pencarian bahan
     b) Pembuatan
     c) Pengenalan kepada masyarakat dan/atau pengomersialan

C. KEPANITIAAN
   Semua orang bisa menjadi anggota dalam kegiatan ini. Setelah didapatkan pembina kegiatan, ditentukan ketua kegiatan, wakil ketua kegiatan, sekertaris, bendahara, humas, dan yang tidak kalah penting creative crew.


D. ANGGARAN DANA (DALAM RUPIAH)
     a. Pencarian bahan utama ( Botol Plastik)
          i.   Pencarian di tong sampah = Rp.0,00
          ii.  Pencarian di pengepul (@500)1000 x 10kg = Rp. 10.000
          iii. Kawat atau tali bekas =Rp. 10 .000 +
               TOTAL Rp. 20.000
     b. Bahan-bahan Pendukung
          i.   Lem = Rp. 40.000
          ii.  Kawat = Rp 50.000
          iii. Tali = Rp. 25 .000+
               TOTAL = Rp.115.000
     c. Pengenalan kepada masyarakat dan/atau pengomersialan
         Lain-lain50.000
     d. TOTALRp. 185.000, 00

E. PERINCIAN KEGIATAN
   Pencarian bahanKegiatan pencarian bahan ini dilaksanakan setiap hari,setiap saat, kapanpun ada waktu luang. Pencarian dimulaidari lingkungan terkecil di sekitar kita misalkan di kelas kita,di rumah,di halte bus, di gedung acara, dan lain-lain. Botolplastik yang sudah ditemukan dikumpulkan terlebih dahuluuntuk diolah di hari berikutnya atau di hari libur selanjutnya.Bahan-bahan lain misalkan lem, kawat, tali, dan asesoris-asesoris yang lain bisa dicicil satu persatu. Pencarian kawatbisa dimulai dari bangunan-bangunan yang sudah hampirselesai, tukang rongsokan, dan lain-lain. Tali juga bisadidapatkan di tempat pengumpul rongsokan. Tali yangdigunakan untuk pendaur ulangan botol ini harus tali yangmasih bagus kualitasnya meskipun tidak baru. Harus masihkuat untuk merapatkan jarak antar botol. Asesoris yang lainmisalkan plastik pembungkus, spray paint (biasa disebutpilok) dan sebagainya juga bisa mulai dicicil agar kegiatanterasa tidak terlalu berat.
Pembuatan dimulai dari menyusun botol plastik serapat-rapatnya dan memikirkan bagaimana cara agar rakit ataupelampungnya tidak bisa tenggelam. Mungkin ada perubahankonsep ataupun penyempurnaan, misalkan penambahansterofoam bekas, dan lain-lain. Pembuatan bertempat di salahsatu tempat tinggal anggota. Namun hal tersebut tidakmutlak. Kita bisa membuat di lapangan, ataupun di pinggirsungai, agar dapat mencobanya langsung. Asalkan, kita harustetap berpegang pada komitmen untuk menjaga kebersihandan menyelamatkan bumi dari pencemarnya. Setelah prosespembuatan selesai, kita dapat mencobanya pada sungai atauempang di sekitar tempat pembuatan. Apabila belum berhasil,maka pembuatan harus diulangi dengan penyempurnaan konsep. Pengenalan kepada masyarakat dan/atau pengomersialanSetelah proses pembuatan selesai, ada baiknya bila kitamengomersialkan hasil daur ulang kita apabila produktersebut layak guna, berkualitas, dan fungsional. Pengomersialan bisa dimulai dari tempat memancing, kolamrenang, dan lain-lain. Selain itu, kita harus merambah pelosokdesa untuk mengenalkan produk kita kepada anak-anak desa.Saya yakin mereka akan senang dengan rakit buatan daribarang bekas ini. Tampilan produk yang akan dikenalkanharus disesuaikan dengan target promosi. Dan pada akhirnya,hasil daur ulang kita terdistribusi dengan baik dan bermanfaat, amin.


F. PENUTUP
    Demikian proposal yang sudah saya buat, tanpa dukungandari berbagai pihak, keberhasilan kegiatan ini tidak mungkinterlaksana. Untuk itu, kerja sama yang ada di antara kita semuasangat diperlukan. Mudah-mudahan kedepannya rencana ini dapat terealisasikan dengan baik dan benar.


Senin, 12 Januari 2015

PROPOSAL PEMBUATAN DAUR ULANG PLASTIK

PROPOSAL PEMBUATAN DAUR ULANG PLASTIK

1.1   LATAR BELAKANG
        Dengan semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi makro Indonesia akhir-akhir ini, maka semakin cepat pula perputaran perdagangan antar individu, kelompok, perusahaan serta yang tidak kalah penting yaitu pasar tradisional. Dan gejala tersebut tentunya harus diimbangi pula dengan perbaikan sumber daya, baik sumber daya manusia maupun alam serta pendukungnya. Apabila mencermati dan memperhatikan keadaan tersebut di atas, sebenarnya di dalam perubahan tersebut terdapat kesempatan bagi kita untuk berbuat sesuatu yang dapat membantu mempercepat perputaran roda ekonomi tersebut. Kesempatan di sini dapat kita terjemahkan sebagai hal yang mendasari penulis untuk berbuat sesuatu yang dapat bermanfaat baik pribadi, orang lain maupun sekelompok masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Adapun salah satu hal yang dapat kita perbuat dalam hal ini adalah menciptakan/ membuat salah satu sarana pendukung dalam dunia perdagangan. Salah satu sarana yang sangat diperlukan dalam dunia perdangangan tersebut yaitu Tas plastik/plastik pembungkus atau dalam bahasa sehari-hari lebih dikenal dengan nama Tas kresek, di mana permintaan barang tersebut akhir-akhir ini cukup tinggi sehingga beberapa distributor kewalahan memenuhi permintaan tersebut. Dan selain itu dapat untuk memberdayakan sampah plastik yang berada di daerah lingkungan tersebut Atas dasar itulah maka penulis memberanikan diri untuk mencoba menggandeng pihak lain untuk bekerja sama dalam pembuatan tas plastik tersebut. Dan dalam pembuatan tas plastik tersebut tidak tertutup kemungkinan juga dibuat atau diproduksi barang-barang serumpun guna efisiensi mesin.
1.2  ALAT PRODUKSI      
Mesin – mesin produksi yang akan dipergunakan dalam kegiatan produksi meliputi :
·         Mesin Peniup Rp 100.000.000
·         Mesin Potong 180.000.000
·         Mixer 1 (satu) Unit Rp 10.000.000
·         Mesin Pengering Rp 30.000.000
·         Compressor 1 (satu) Unit Rp 20.000.000
·         Mesin Cruser (satu) Unit Rp 300.000.000
·         Mesin Resin (satu) Unit Rp 500.000.000

BIAYA OPERASIONAL

·         Listrik / bulan Rp 25.500.000
·         Telpon / bulan Rp 2.300.000
·         BBM Rp 7.000.000
·         Lain-lain (Parkir / Tol) Rp 1.500.000
·         ATK Rp 400.000
·         Aqua / air minum Rp 500.000
·         Koordinasi : RT/RW/LURAH/CAMAT/POLISI Rp 4.000.000

Sub Total Rp 41.200.000

 1.8    KESIMPULAN
Bahwa melihat masa depan permintaan akan Kantong Plastik / Tas Plastik tersebut yang terus meningkat, maka penulis berkesimpulan bahwa usaha tersebut sangat cerah di masa datang dan sangat menguntungkan bagi pemilik modal yang akan berinvestasi pada bidang usaha ini.

STRUKTUR PENGELOLAAN DAUR ULANG

STRUKTUR PENGELOLAAN DAUR ULANG
            
Dalam mengelola suatu usaha perlu diperlukan beberapa orang untuk mengelola usaha tersebut entah itu usaha dalam daur ulang, usaha produksi atau usaha dalam bidang makanan pasti diperlukan Sumber Daya Manusia yang cukup handal dibidang usaha yang ditekuni tidak terkecuali usaha daur ulang limbah ini. dan tentunya juga mereka harus di gaji sesuai dengan tanggung jawab dan ruang lingkup yang mereka kerjakan, semakin besarbtanggung jawab dan ruang lingkup mereka harus semakin besar juga bayaran yang harus mereka terima karena agar bayaran dang pekerjaan yang mereka lakukan sebanding dan tidak memakan gaji buta, Berikut adalah contoh susunan tim atau pengelola Perusahaan menengah keatas yang harus ada dalam setiap perusahaan.

SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
Dalam proses / kegiatan produksi SDM yang dibutuhkan antara lain :
·         1 (satu) Orang Kepala / Manager
·         2 (dua) Orang Kepala Mekanik
·         3 (tiga) Orang Staff (Administrasi dan Pemasaran)
·         3 (tiga) Orang Operator Mesin
·         2 (dua) Orang Pembantu / Kenek
·         6 (enam) Orang Tenaga Packing
·         1 (satu) Orang Driver / Pengemudi
·         3 (tiga) Orang Cleaner
·         3 (tiga) Orang bagian Security / Keamanan

GAJI KARYAWAN PER BULAN

·         Kepala Pabrik / Manager Rp 5.000.000
·         Kepala Produksi / Mekanik 2 x Rp 2.500.000 Rp 5.000.000
·         Staff administrasi / Pemasaran 3 x Rp 4.500.000 Rp 4.500.000
·         Operator 3 x Rp 700.000 Rp 2.100.000
·         Pembantu / Kenek 2 x Rp 500.000 Rp 1.000.000
·         Bagian Packing 6 x Rp 525.000 Rp 3.150.000
·         Pengemudi 1 x Rp 700.000 Rp 700.000
·         Satpam/Keamanan 3 x Rp 700.000 Rp 2.100.000
·         Cleaner 3 x Rp 400.000 Rp 1.200.000

Sub Total Rp 24.750.000